Rabu, 24 November 2010

Mengapa kita sakit?

Sekarang manusia hidup dijaman perkembangan ilmu dan teknologi. Khusus di bidang kesehatan manusia sudah berhasil menemukan dan menciptakan beragam jenis obat-obatan. Timbul pertanyaan dalam benak kita "Apakah dengan ditemukannya beragam jenis obat-obatan penyakit bisa diatasi? Lalu bagaimana kita menjaga agar selalu dalam keadaan sehat?

Para pakar di bidang kesehatan terus mengembangkan penelitian bagaimana langkah terbaik untuk menangkal segala jenis penyakit agar tidak menyerang tubuh kita.

Mari kita lihat pernyataan para pakar dibidang ilmu kedokteran tingkat dunia :
  1. Sir Arbuthnot Lane, M.D. London: saya telah mengalami bahwa, banyak kasus pembedahan dapat dihindari dengan cara mencuci usus. Karena 90% penyakit manusia dewasa ini berawal dari usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal.
  2. Dr. Victor Iron dari USA: cucilah usus anda supaya anda merasa 20 tahun lebih muda. Jika setiap orang menjalankan cuci usus, niscaya 95% klinik akan tutup karena kekurangan pasien.
  3. Dr. Norman Walker,dsc.ph.D dari USA: cuci usus akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-lain.
  4. Henry B byler seorang doktor dari USA: telah membuat empat kesimpulan dari pengalaman beliau dibidang kesehatan selama 55 tahun:
  • Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri.
  • Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa kematian.
  • Makanan organik adalah pilihan terbaik untuk mengusir penyakit dan menguatkan tubuh.
  • Naturopati memadukan teori dan praktikal pemahaman pengobatan alami, manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus di dalam tubuh.


''Greenfield Organic'' makanan kesehatan Anda...! cocok di konsumsi dari ibu hamil, bayi 6 bulan, remaja dan lansia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar